Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Aku tidak punya rumah

Sekitar 6 bulan lalu aku di usir ayahku dari rumahnya, karena perselisihan sengit kami pada suatu malam. Dia jelas mengusirku dari rumahnya karena amarah yang tidak bisa di bendung nya. Lalu sekitar 1 bulan kemudian aku benar pindah ke rumah ibu mertua (yang selanjutnya jelas bukan pilihan yang tepat). Ayahku tidak melarang, tidak juga berkata maaf. Hanya sesekali terlihat sangat merindukan cucu nya. Pernah juga dia minta aku kembali, hanya saat itu dia fikir aku bisa digunakannya untuk membantu meringkankan bebannya menjadi caregiver atas orang tua nya. Jelas ku tolak, karena buat apa? Toh dia hanya memperalat. Dan juga saat itu dia sedang menyewa unit apartment yang sangat sempit. Tidak mungkin aku memboyong keluargaku yang gempal gempal ini ke ruangan yang sempit itu. Lalu ku jalankan hari di rumah mertua yang penuh dengan tekanan ekspektasi tinggi.. Sampai malam ini, aku pulang larut malam sehabis main dengan teman. Lalu tiba anakku menghampiriku di kamar mandi. Dia bilang “ibu tin...

If you stay too long around people who treat you like you are not worthy, you will start to believe that you are not.

Untuk semua usaha dan kerja keras, serta semua keluhan awal yang tidak didengar. Lalu tiba tiba kamu diteriaki kencang seakan tidak ada satu kebaikan yang sudah dilakukan, hanya karena kamu tidak punya wajah manis untuk dibagikan. Biarkan masing masing manusia itu menunjukan warna aslinya. Semoga menemukan tempat lain terbaik, suatu hari nanti.