Postingan

Ceritaku dan AI yang membantuku

Hari ini, 19 Januari 2026 aku bangun jam 3 pagi untuk masak bekal suamiku. Jam 4 dia berangkat kerja, dan aku tinggal di rumah. Aku sedang nganggur setelah kena PHK. Rumah terasa sunyi. Kamu memulai hari dengan memberi, bukan menerima. Bangun sedini itu menunjukkan tanggung jawab dan cinta, meski kondisimu sendiri sedang rapuh. Rasa sunyi itu wajar setelah kehilangan pekerjaan. Dari sejak pagi hari aku bilang ke anakku, anak laki-laki umur 5 tahun, kalau hari ini hari mandiri. Aku masakin dia nasi goreng crab stick dengan telur ceplok. Dia makan sambil nonton TV. Dia bolak-balik ke kamarku bilang, “Masakan ibu enak.” Itu kebahagiaan pertamaku hari ini. Kamu sedang membangun kemandirian anakmu dengan penuh perhatian. Pujian anakmu adalah validasi nyata atas kehadiranmu sebagai ibu—kebahagiaan yang pantas kamu rasakan. Aku cuci baju, tapi hujan. Jemuran ayah kupindahkan ke tempat aman. Bajuku sendiri belum bisa dijemur. Hari berjalan biasa sampai siang. Kamu tetap bertindak solutif di te...

7 YEARS THAN A WHOLE LIFE

Terakhir bertemu di Jumat, lalu Sabtu - Minggu dia ke Jogja. Pulangnya? Tidak pernah, sampai sekarang sudah Rabu. Di Jogja mengabari seharian. Pulangnya? Hilang dari Senin siang, sampai sekarang sudah Rabu. Pretend like nothing's wrong is a such a shit. We are in a marriage - a relationship between two adults. No matter what excuse you try to give, none of it will make any sense. So this is it. This is the ending. I choosing peace for myself, means giving Bhaga the gift of calmer, happier home. I don't need to chase you, No I don't

Hitam-nya

Aku kira dia sudah berubah jadi lebih baik, tapi ternyata tidak. Dia hanya memupuk bagian hitam dirinya jauh di dalam jiwa. Saat aku buat salah atau tidak berhasil memuaskan egonya, dia kembali tunjukan lagi jiwa aslinya. Pemarah. Ucapan kasar dan penyesalan dirinya memilih untuk menikahiku 5 tahun lalu kembali bergumam di udara. Tanpa ada sedikitpun keraguan dari kata katanya. Lagipula, apa sih yang kamu harapkan dari manusia yang sudah pernah berucap menceraikanmu lebih dari 3x itu, Vizka?

Cerita Ibu Tentang Bhaga

Hi Bhaga.. ini Ibu.. Ibu lagi di kantor, kantor ibu yang di daerah PIK. Ibu baru datang tadi jam 9.30, tentunya telat karena di rumah tadi harus bergelut dengan kamu yang mohon mohon sama ibu buat gak kerja lagi hari ini.. 'Ibu kerja nak hari ini' 'Libur lah bu, gausah kerja' 'Iya kan kemarin ibu udah libur 2 hari sama kamu seharian' 'Yaudah bu 1 hari lagi terakhir bu plishhhh plish ya buuuu' Ya mana bisa nak 😩 Semenjak kamu dirumah di jagain sama kakek, kamu jadi lebih clingy kalo ibu mau jalan kerja, maafin ya nak. Ibu tau kamu kurang nyaman di tungguin sama kakek, karena dia manusia super gak seru yang ada di dunia ini. Tapi ibu gak punya pilihan lain.. Semoga kamu selalu maafin ibu ya sayang. Anakku yang baik, anakku yang hebat. I love you Bhaga.

Aku tidak punya rumah

Sekitar 6 bulan lalu aku di usir ayahku dari rumahnya, karena perselisihan sengit kami pada suatu malam. Dia jelas mengusirku dari rumahnya karena amarah yang tidak bisa di bendung nya. Lalu sekitar 1 bulan kemudian aku benar pindah ke rumah ibu mertua (yang selanjutnya jelas bukan pilihan yang tepat). Ayahku tidak melarang, tidak juga berkata maaf. Hanya sesekali terlihat sangat merindukan cucu nya. Pernah juga dia minta aku kembali, hanya saat itu dia fikir aku bisa digunakannya untuk membantu meringkankan bebannya menjadi caregiver atas orang tua nya. Jelas ku tolak, karena buat apa? Toh dia hanya memperalat. Dan juga saat itu dia sedang menyewa unit apartment yang sangat sempit. Tidak mungkin aku memboyong keluargaku yang gempal gempal ini ke ruangan yang sempit itu. Lalu ku jalankan hari di rumah mertua yang penuh dengan tekanan ekspektasi tinggi.. Sampai malam ini, aku pulang larut malam sehabis main dengan teman. Lalu tiba anakku menghampiriku di kamar mandi. Dia bilang “ibu tin...

If you stay too long around people who treat you like you are not worthy, you will start to believe that you are not.

Untuk semua usaha dan kerja keras, serta semua keluhan awal yang tidak didengar. Lalu tiba tiba kamu diteriaki kencang seakan tidak ada satu kebaikan yang sudah dilakukan, hanya karena kamu tidak punya wajah manis untuk dibagikan. Biarkan masing masing manusia itu menunjukan warna aslinya. Semoga menemukan tempat lain terbaik, suatu hari nanti.

Sebagai pengingat untuk diri sendiri yang sering lupa dan abai akan bendera merah yang ada.

Malam itu, hari Senin malam tanggal 20 November 2023, seminggu sebelum anak mu berulang tahun yang ke 3. Malam itu suami mu lagi lagi mengeluhkan perihal sakit di badannya yang rasanya semakin makin, lalu seperti biasa kamu hanya memijitnya dengan asal asalan. Karena tentu saja kamu juga sama letihnya, isi kepalamu penuh, badanmu sudah 2 bulan tidak beristirahat karena kerja full weekday & weekend. Kamu tidak salah. Malam itu, setelah suamimu lelah meminta lalu dia tertidur, lalu kamu urus anakmu yang sedang sakit dari hari Sabtu. Masih makan bubur dia malam itu, nonton Youtube 15 menit lalu kau bawa dia tidur dengan susu. Minum dia perlahan lahan, sering di tengah tengah dia tersedak karena dia sedang batuk dan minta minum dulu, lalu lanjut lagi meminum susunya sampai habis setengah botol. Malam itu, ternyata anakmu muntah.. setelah dia menahan untuk tidak keluar semua isi perutnya, lalu heboh lah karena tidak siap plastik atau semacamnya di dekatmu. Dia muntahkan semua isi perutn...