Hitam-nya

Aku kira dia sudah berubah jadi lebih baik, tapi ternyata tidak. Dia hanya memupuk bagian hitam dirinya jauh di dalam jiwa. Saat aku buat salah atau tidak berhasil memuaskan egonya, dia kembali tunjukan lagi jiwa aslinya. Pemarah. Ucapan kasar dan penyesalan dirinya memilih untuk menikahiku 5 tahun lalu kembali bergumam di udara. Tanpa ada sedikitpun keraguan dari kata katanya. Lagipula, apa sih yang kamu harapkan dari manusia yang sudah pernah berucap menceraikanmu lebih dari 3x itu, Vizka?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Incoming of the 'Lord'

Perhaps